
BIRO ADMIN – Mengawali hari pertama kerja tahun 2026, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A Paliwang, SH.,M.Hum., memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara, Senin (2/1).
Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan ritme kerja dan kepatuhan terhadap program yang telah direncanakan.
Gubernur Zainal mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran ASN yang telah bekerja keras sepanjang tahun 2025. Namun, ia menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum untuk bergerak lebih cepat.
”Saya harapkan di tahun 2026 ini semangat bekerja kita lebih cepat dari tahun sebelumnya. Kita harus bekerja berdasarkan program kerja yang sudah ditetapkan di masing-masing OPD. Tidak ada lagi perubahan kegiatan atau pemotongan anggaran di tengah jalan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya bekerja dengan hati dan keikhlasan agar seluruh rencana dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah mengenai penyelarasan kebijakan. Gubernur menginstruksikan seluruh program kerja di Kaltara harus segaris lurus dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan program prioritas nasional.
”Program kita harus segaris dengan RPJMD dan selaras dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Ini penting agar pembangunan di Kaltara bersinergi dengan visi besar pemerintah pusat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Gubernur menjadwalkan pertemuan khusus dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Selasa dan Rabu mendatang. Agenda utama adalah pemaparan rencana aksi tahun 2026 sesuai pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Meskipun mengakui adanya tantangan anggaran di beberapa sektor, Gubernur meminta ASN tetap optimis.
“Tetaplah bekerja maksimal dan optimal. Meskipun anggaran minim, pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Menutup arahannya, Gubernur mendorong para pejabat dan staf untuk lebih rajin melakukan diskusi kelompok dan turun ke lapangan menemui tokoh masyarakat serta tokoh agama.
”Jangan bekerja sendiri-sendiri. Gabungan banyak pemikiran jauh lebih baik daripada pikiran sendiri. Teruslah berinovasi agar prestasi tahun 2025 dapat kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan,” pungkasnya. BIRO ADPIM